Postingan

DASAR DASAR MENULIS

Gambar
DASAR DASAR MENULIS       Tujuan Menulis 1.       Tujuan Ideologis contohnya adalah orang yang mempunyai keyakinan tertentu, tidak memikirkan praktis ataupun pragmatis. 2.       Tujuan Akademis, misalnya menulis untuk kajian ilmiah, menulis untuk bahan ajar kuliyah, atau juga untuk syarat kenaikan pangkat. Tujuan ini Terikat dengan aturan aturan akademis seperti sistematika menulis, penyajian tulisan, format bahasa dan seterusnya. 3.       Tujuan Ekonomi, misalnya untuk mendapatkan keuntungan materi dan itu sah saja. 4.       Tujuan Psikologis, misalnya katarsis atau penyaluran emosi yang kemudian untuk menuangkan perasaan dan lain lain 5.       Tujuan Politik, baik untuk politik praktis atau untuk pendidikan politik 6.       Tujuan Paedagogis, anatara lain menulis untuk pelakukan proses pendidik...

SOSIALISASI KARYA TULIS

Gambar
SOSIALISASI KARYA TULIS Tulisan baru akan memberikan kemanfaatan pada orang lain apabila kita mempublikasikannya, tulisan kita tidak harus dipublikasikan tetapi tetap sudah mendapat kemanfaatan pada diri kita, seperti menulis untuk katarsis, menulis untuk menyehatkan, menulis untuk mendokumentasikan sesuatu. Tetapi kalau kita ingin mendapatkan tujuan dan kemanfaatan yang lebih luas untuk orang lain maka harus dipiblikasikan. Setiap tulisan yang kemudian langsung kita publikasikan, maka kemudian akan tertantang untuk membuat tilisan berikutnya. Ada juga menulis untuk mendapatkan sebuah nilai kepuasan seperti membuat buku jika buku tersebut berhasil kita buat dan kemudian laku di pasaran maka ada nilai kepuasan tersendiri bagi penulis. Di jaman sekarang publikasi sangat mudah beda dengan jaman dulu yang harus ngantri meja redaksi tabloid, majalah atau koran. Sekarang cara untuk mempublikasikan itu sangat mudah kita sendiri bisa untuk memutuskan tulisan kita layak untuk dipiblikasi...
Gambar
PROSES MEMULAI MENULIS 1.        Modal Menjadi Penulis 1)        Tekad yang mantap untuk menulis. 2)        Banyak membaca, jangan malas membaca, semakin banyak membaca akan memberikan banyak sekali nuansa pengkayaan pada kita yang bisa menjadi bahan tulisan kita. 3)        Banyak Bergaul, tulisan akan lebih hidup lebih realistis apabila kita banyak bergaul banyak mendengar, obrolan kita akan memberi nuansa tambahan informasi bagi kita. 4)        Belajar bahasa dan kosa kata, cara belajar kosa kata ada 3 yaitu : ü   Sesekali waktu, kita membuka kamus. ü   Membaca tulisan orang lain atau karya orang lain. ü   Dengan cara menuliskannya adalah bagian dari belajar kosa kata itu sendiri. 5)        Memiliki sarana untuk menulis seperti laptop, komputer, Android. Kalau belum pu...

SAHABAT AYAHKU

SAHABAT AYAHKU,. Hari ini cuaca sangat terang sekali ku lihat awan begitu bersemangat membersamai waktu ku, pagi ini aku mulai aktifitasku dengan mengolah jemari jemariku merangkai sebuah angka angka yang rumit ketika ibu pimpinan memanggilku untuk mengerjakan sebuah laporan keuangan yang harus selesai kala itu juga, belum juga sempurna laporanku buat, ada seorang lelaki paruh baya mengetuk pintu kantorku dan itu ternyata pengawas yang hendak monitoring hasil kerjaku ini. Baiklah data kusuguhkan beriringan dengan secangkir kopi yang juga jadi hidangan lengkap dengan jamuan jamuan khas daerahku. Waktu berjalan sedikit demi sedikit refisi mulai dilayangkan seraya berkata “laporan ini belum sempurna” pikirku bagaimana bisa sempurna itu ku kerjakan satu jam yang lalu tapi ya sudahlah baiknya memang demikian. Itulah potret kecil kehidupan, hal terkecil yang kita lakukan seyogyanya akan di monitoring oleh sang Maha Pencipta. Hari ini hari jum’at dan jarum jam pun sudah mulai bergeser ...

POHON RPDUKTIF

POHON PRODUKTIF Kaisar Anu Syerwan , seroang raja Sasnia, dikenal sebagai pemimpin reformis, arif, dan bijak. Saat safari ke pedesaan ia melihat petani tua sedang menanam pohon zaitun. Ia tertegun. “ Kenapa orang setua itu berbuat demikian, bukankah pohon zaitun itu tak cepat berbuah sedangkan pak tani sudah berusia senja ?” pikirnya. Kaisar menghampiri dan menyapanya lalu berkata “ saya kira bukan saatnya bapak menanam pohon zaitun karena pertumbuhan dan produkvitasnya lamban sedang usiamu sudah lanjut” dengan tenang petani menjawab, “wahai paduka raja, orang sebelum kita telah menanam dan kita    yang menuai hasilnya, maka kita tanam agar dinikmati generasi berikutnya. “ zih” ucap raja dengan spontan. Sesuai kebiasaan, jika raja mengatakan zih (hebat) kepada   seseorang, maka   orn tua itu akan dihadiahi sejumlah uang, maka hak itupun diberikan pembantu raja yang menyertainya kepada petani dengan segera. “Wahai raja, bagaimana paduka menyaksikan langsung t...

SEBUAH KAPAL

SEBUAH KAPAL Ada rombongan berlayar dilaut menaiki sebuah kapal. Semua peserta mendapat tempat duduk sesuai dengan hak masing masing. Ketika kapal terus berjalan memecah ombak, seorang diantara meraka melobangi tempat duduknya   dengan mengunakan kapak. Para penumpang segera menegur, “apa yang kau lakukan?” “ini tempatku, aku berbuat sesuka hatiku!” tukas orang itu dengan bersikukuh melanjutkan perbuatanya. Sampai pada ilustrasi ini, rasulullah SAW memberikan komentar, jika para penumpang berhasil menghentikan perusakan itu niscaya pelaku akan selamat demikian pula semua penumpang kapal, tetapi jika tak mampu mencegahnya maka sebuah petaka tidak hanya menimpa diri sang pelaku kerusakan melainkan juga penumpang lain. Itu sebuah ilustrasi yang sangat hidup, mengaktifkan dan membangkitkan kesadaran pendengar dan pembacanya, serta membiasakan dampak psikologi dan edukatif yang dinamis. Sebuah kapal merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Sedangkan laut menggambarkan tantan...

SAHABAT TERBAIK

Gambar
SAHABAT TERBAIK Diantara sekian banyak teman, ada yang bisa dipilih untuk menjadi teman yang terbaik. Pepatah arab menyebutkan : khairu jaliz fiz-zamani kitabun (sebaik baiknya teman sepanjang masa adalah buku). “kitab” (buku) yang bernyawa , dinyatakan sebagai “ khairu jalis ” (sebaik baiknya teman) bahkan diambah dengan keterangan “fiz-zamani” (sepanjang masa). Mengapa buku dikatakan sebagai teman terbaik sepanjang masa? Buku adalah representasi penulis dalam pemikiran, ide, gagasan, analisis, renungan, imaginasi, perasaan, atau hasil nalar dan emosi lainnya. Ketika seorang penulis menumpahkan buah akal atau hatinya ke dalam tulisan, maka pembacanya dapat menelaah, mengikuti alur tulisan, memilih ide dan gagasan, serta memahani maksud dan tujuan tulisan si penulis. Dalam tulisan ilmiah, penulis mengajak pemcaba untuk merespon analisis ilmiahnya. Dalam tulisan fiktif, penulis mengajak pembacanya menerawang dunia imajinasi si penulis. Begitu seterusnyauntuk berbagai ben...