Bismillah...
Mudah2n rekan rekan berkenan membaca serta mengorekai coretan ku hari ini πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜Š

SUKSES YANG TERTUNDA

Pagi yang dingin ditambah lagi hujan  belum mereda hingga pukul 8.00 tak terasa sembari menikmati secangkir kopi ku tatapi langit yg masih menangis, kapan kah engkau kan berhenti merajuk, hari ini saya harus segera berangkat ke sekolah anak anak pasti menunggu ku. Hari ini mereka akan berlaga di Bintang Sains 2019 ya sebuah lomba sains yg memperebutkan juara bergilir bupati dengan hadiah utama studi tour ke luar negri, wah lumayan tuh kapan lagi coba bisa wisata ke luar negri hehehe, 30 menit sudah menunggu akhirnya hujanpun mereda dan aku langsung bergegas berangkat ke sekolah menjemput  anak anak untuk segera membawanya ketempat lomba. 

Sampai sudah kita di gedung dimana tempat lomba dilaksanakan, segera ku mengisi daftar hadir di meja panitia yang kemudian dicocokan dengam formulir yang sebelumnya sudah diisi. Ku lihat semua sibuk dengan persiapan pesertanya masing masing di tambah para cruw panitia dari stasion televisi lokal juga terlihat mondar mandir mempersiapkan acara.  Saya lihat wajah anak anak sangat senang sekali ada yang berbisik "asyik kita bakal masuk TV " ya memang acara lomba Bintang Sains 2019 ini di prakasai oleh Pemerintah Kabupaten yang bekerja sama dengan media masa Radar Banten dan Banten Raya TV  yang tujuannya disamping mencari bakat anak anak dibidang sains juga menumbuhkan mental anak di depan khalayak dengan cara menyiarkan acara ini melalui stasiun televisi. Sesion pertama usai sudah giliran kita yang akan mengikuti di sesion ke dua. 

Sebelum mereka memasuki arena stadion  ( sebuah aula gedung guru yang disulap oleh cruw menjadi sebuah studio lengkap dengan pencahayaan yg gemerlap serta para kameramen yang sudah stenbay dan pastinya  para host yang sudah berada di depan siap memandu jalannya lomba sains ini) kami melakukan brifing kecil mengarahkan anak anak untuk tetap rileks dalam menjawab soal soal yang di bawakan oleh host. Selama acara berlangsung bukan hanya peserta lomba yang dag dig dug, kita pun para pendamping ikut merasakan dag dig dug apalagi setiap penyebutan soal diringi oleh musik yang menegangkan oleh sound  track di belakang studio, tetapi pecah sudah rasa itu ketika anak anak menjawab dengan tepat, Dari 10 peserta yang saya bawa tersisa 5 untuk melaju ke babak final. Saya pun mendekati anak anak yang terpaksa harus tereliminasi di babak penyisihan " nak, ini adalah sebuah permainan ada yang menang dan ada yang kalah, tapi bapak bangga sama kalian karena sudah bermain dengan baik sportif dan jujur serta percaya diri. Dan kalian sebenarnya sudah menjadi pemenang buktinya kalian mewakili temen temen di sekolah yang lolos seleksi sama wali kelas kalian. " iya pak. Maaf kami tidak masuk babak final" sahut mereka, " ga apa apa bapak sudah bangga, yang penting kalian sudah masuk TV" saya menimpali jawaban mereka dengan sedikit menghibur. " doakan temen kalian yang masih  bertahan melaju ke babak final agar bisa menjawab soal soalnya dengan mudah". 

Pukul 11. 00 Wib  babak final pun sudah di mulai, ketegangan kali ini semakin menjadi jadi saat para peserta berlaga di studio. Lagi lagi hati ini mereda ketika salah satu anak kami berhasil menjawab dengan cepat dan benar pada sesi memperebutkan 3 buah bingkisan dari panitia, terlihat senyum merekah di wajah Echa saat hadiah diberikan di depan para peserta lainya. Setelah melewati sesi bingkisan tibalah sesi pertanyaan yang semakin sulit dipecahkan oleh para peserta dan akhirnya pertanyaan kali ini mampu mengeliminasi 2 anak ku sedih sekali kita melihat wajah mereka merunduk tak kuasa melihat kamera, tapi memang inilah permainan harus diterima dengan lapang dada. Dan permainan pun masih terus berjalan dengan suasana yang semakin menegangkan bukan perasaan saya saja para pendamping yang lainnya pun sama terlihat dengan ekspresinya yang gelisah. 3 anak saya masih berlaga siap menerima pertanyaan pertanyaan yang semakin rumit yang mampu mengeliminasi para peserta satu persatu, ditambah dengan suasana pencahayaan lampu dan musik yang membawa hati ini semakin dag dig dug. 

Dengan satu pertanyaan yang menjebak, Ternyata mampu meratakan latar studio itu menjadi sepi, seketika  para peserta hampir tereliminasi dari 65 hingga tersisa 20 dan ternyata anak anak ku pun ikut tersapu,  lagi lagi ku pandangi wajah mereka satu persatu. Marah, kecewa, sedih, kesal rasa itu beraduk dalam lubuk hati. "Nak,.. Sini" saya memanggil mereka " kalian luar biasa bisa bertahan hingga merasai babak final" mencoba meredam rasa kecewa mereka. "Iya pak. Mohon maaf kami gagal" " kalian tidak gagal... Ingat yah kegagalan adalah sukses yang tertunda". 
Performen kalian sudah menunjukan bahwa kalian juara tidak boleh ada rasa kecewa jadikan ini sebuah pelajaran berharga kalian sudah bisa tampil di depan publik dan satu lagi belajarlah terus tanpa kenal lelah, ada banyak kesempatan untuk kita raih. 

Mari kita pulang dan ceritakan pengalaman baru kalian sama orang tua kalian, agar mereka merasakan kehadiran kalian agar mereka bangga dengan apa yang kalian sudah lakukan hari ini.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAHABAT TERBAIK